Menu

Author

12 posts

Stasiun Kopi Purwakarta, Tempat Nongkrong Muda-Mudi Purwakarta

 

Kahwah,kahveh,koffie atau kopi merupakan minuman yang telah ada sejak 1000 sebelum masehi, namun hingga kini minuman ini menjadi minuman favorit baik tua ataupun muda. Kedai-kedai kopi banyak bermunculan di mana-mana, salah satunya adalah kedai kopi di Purwakarta ini. Stasiun Kopi Purwakarta merupakan salah satu kedai kopi yang populer di kota Purwakarta, diberikan nama stasiun kopi karena letaknya yang sangat dekat dengan stasiun Purwakarta dan kedai kopi bersebelahan persis dengan gedung kembar bersejarah Nakula dan Sadewa.

Kedai kopi ini menawarkan kopi-kopi khas nusantara, selain kopi kedai kopi ini juga menawarkan menu menu lainnya mulai dari makanan berat hingga cemilan ringan dapat dipesan sebagai teman kopi sore anda.

Tempat yang nyaman dan luas serta fasilitas yang memadai menjadi daya tarik remaja-remaja Purwakarta. Untuk anda yang sedang berwisata ke Purwakarta kedai ini juga cocok sebagai tempat beristirahat setelah menikmati sejarah berdirinya kota Purwakarta di Bale Panyawangan yang memiliki museum diorama.Stasiun Kopi Purwakarta, Tempat Nongkrong Muda-Mudi Purwakarta

~Menikmati Malam di Air Mancur Berjoget Sri Baduga

content_sribaduga-3

Tidak perlu jauh-jauh pergi ke Singapura, Dubai atau Tiongkok untuk melihat atraksi Air Mancur yang fantastis. Purwakarta sebuah kabupaten yang hanya berjarak kurang lebih 2 jam dari Jakarta, punya Taman Sri Baduga, taman dengan atraksi air mancur terbesar se Asia Tenggara.

Keindahan, kegemulaian dan kemegahan serta kelebihan atraksi cahaya warna-warni lampu laser yang menyertai atraksi kembang api berjoget Sri Baduga tersebut dianggap mampu mengalahkan atraksi Time of Wings Singapura, Dubai, Belogia dan Tiongkok.

Atraksi air mancur rancangan Hery Sugihardi, putra asli Purwakarta terlihat sangat elegan tapi tidak sekedar mengutamakan faktor estetika semata. Dibalik keindahan, kegemulaian dan kemegahan tersimpan filosofi nilai-nilai asli Indonesia. Pencahayaannya, misalnya, menjadi cahaya pelangi dengan mengandalkan lima warna dominan yakni biru, merah, kuning, hijau dan ungu. Nosel (alat semburan air mancur) yang dipasang di area sekeliling situ juga jumlahnya mencapai 2.000 buah.

Perpaduan konsep antara cahaya pelangi dan nosel, menurut Hery, memiliki filosofi keindonesiaan yang kental yang menggambarkan tentang keragaman suku, ras, agama dan budaya yang dibingkai dalam Bhineka Tunggal Ika dan Falsafah Pancasila. Ini semua berada dalam wadah persatuan Indonesia yang dilambangkan dengan bentuk situ tempat air mancur berjoget yang berbentuk buleud atau bulat.

Bagi Anda yang ingin menyaksikan pertunjukan air mancur di Taman Air Mancur Sri Baduga Situ Buleud Purwakarta agar mengatur waktu wisata menjelang jam pertunjukan.

Pertunjukan air mancur sendiri akan digelar rutin setiap Sabtu pada pukul 19.30 WIB dan berakhir pukul 22.30 WIB. Untuk menyaksikannya tidak dipungut biaya alias gratis. Taman Air Mancur Sri Baduga bisa menjadi alternatif wisata keluarga Anda di Purwakarta.

Sedangkan bagi Anda yang hanya ingin sekadar menikmati suasana taman air mancur, maka kawasan Situ Buleud akan dibuka secara umum setiap harinya. Pada hari biasa, air mancur tetap akan menyembur tanpa ada efek tambahan.

http://www.purwakartakab.go.id/articles/menikmati-malam-di-air-mancur-berjoget-sri-badugahttp://www.purwakartakab.go.id/articles/menikmati-malam-di-air-mancur-berjoget-sri-baduga

 

Pelajar Wajib Tanam Cabai di Sekolah dan Rumah

Purwakarta – Melambungnya harga cabai di pasaran tak lepas dari kurangnya pasokan dan jalur distribusi yang panjang. Untuk itu, mulai hari ini Pemkab Purwakarta mewajibkan seluruh pelajar menanam cabai di sekolah dan rumah.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan saat ini yang selalu menjadi problem di Indonesia adalah mahalnya harga cabai di pasaran. Padahal cabai sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat sebagai salah satu bumbu yang digunakan dalam masakan.

“Tapi problemnya, anak-anak dan masyarakat sekarang lupa akan hal itu (menanam cabai). Mereka selalu sibuk dengan gadget. Padahal punya halaman, bahkan tanah yang luas-luas,” ujar Dedi saat memelopori gerakan tanam cabai di SDN 1 Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, Selasa (10/1/2017).

Gerakan tanam cabai tersebut nantinya akan terintegrasi dengan pola pendidikan berkarakter berbudaya aplikatif yang sudah berjalan sejak dulu di Kabupaten Purwakarta. Selain belajar mengenai cara menanam, pelajar nantinya akan diberi pengarahan mengenai perawatan, panen, hingga penjualan.

Selama ini, sekolah-sekolah di Purwakarta sudah memulai gerakan menanam. Namun jenis tanaman yang ditanam bervariatif, dari padi, sayuran, hingga buah. Cabai nantinya akan menjadi tanaman yang wajib bagi pelajar.

Dedi pun meminta para penyuluh pertanian turun tangan membantu program menanam cabai tersebut agar pelajar bisa memahami seluk-beluk tanaman tersebut. Tujuannya agar saat panen, cabai yang terkumpul akan berlimpah dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, khususnya di Purwakarta.

“Sekarang ini kurang-lebih ada 20 ribu pelajar dan guru yang menanam cabai secara serentak. Misalnya satu bibit cabai bisa panen 1 ons, bayangkan berapa banyak nanti hasil panen kita,” tuturnya.

Nantinya program menanam cabai tersebut akan berkembang sesuai dengan jenjang pendidikan, seperti program menanam pohon yang sudah ada. “Jadi kalau kelas lima, ya tanam bibit cabainya di sekolah sebanyak lima bibit dan di rumah lima. Terus nanti sampai kelas sembilan, berarti punya sembilan bibit di sekolah dan sembilan di rumah,” beber Dedi.

Pantauan detikcom di SDN 1 Ciwangi, sejak pagi para pelajar sudah membawa bibit cabai dari rumah. Saat gerakan tanam cabai tersebut dimulai, tiap pelajar menanam bibit yang dibawanya di sekitar halaman dan pot-pot yang berada di sekitar sekolah.

 

 Pelajar Wajib Tanam Cabai di Sekolah dan Rumah

 Pelajar Wajib Tanam Cabai di Sekolah dan Rumah

Purwakarta Larang Pemberian PR

PURWAKARTA – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan cukup menghebohkan. Lewat surat edaran Bupati Purwakarta, pemerintah kabupaten memberlakukan pelarangan pemberian pekerjaan rumah (PR) akademis untuk tingkat SD-SMA di daerahnya.
“Surat tersebut sudah ditandatangani pada 1 September 2016. Hari ini saya kumpulkan guru dan kepala sekolah. Hari ini, larangan tersebut resmi diberlakukan,” ujar Dedi seperti dikutip dari RMOLJabar (RMOL), Selasa, (6/9).
Dedi menjelaskan, idealnya PR aplikatif yang diberikan kepada siswa. “Misalnya kegiatan beternak yang diterjemahkan dalam kerangka pendidikan akademis. Contohnya pelajaran Bahasa Indonesia, bisa memberikan tugas membuat cerpen tentang sang gembala. Mulai dari pengalaman, hingga penghayatannya,” urainya.
Begitupun dengan pelajaran biologi maupun kimia. Siswa bisa diminta membuat kompos atau pupuk organik dari kotoran domba. “Dengan cara ini, siswa langsung mempraktekkan teori yang diberikan di sekolah,” jelasnya.
Sedangkan untuk mata pelajaran matematika, di rumah siswa bisa menghitung berapa ukuran kandang domba yang dibutuhkan. Selain itu, siswa akan mencari atap paling cocok sehingga menghasilkan suhu udara seperti apa.
“Cukup aneh masa belajar fisika, matematika, kimia, tapi ruangan pengap. Seharusnya, bisa dihitung, satu kelas yang misalnya berisi 32 orang membutuhkan berapa banyak oksigen. Untuk mendapatkan itu, maka berapa jumlah jendela yang dibutuhkan,” tandas Dedi.dedi-mulyadi

Interchange Sukatani Segera Dibuka

Purwakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akhirnya mengabulkan usulan yang dilayangkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta terkait pembukaan akses untuk ‘inter change’ baru di wilayah itu. Usulan yang meminta pembukaan akses pintu tol baru di KM 90+400 Tol Cipularang tersebut kini tinggal menunggu pemenuhan syarat administrasi dari pemerintah daerah setempat.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengaku sudah menunggu datangnya kabar gembira ini sejak Mei lalu. Pada bulan tersebut pihaknya mengirimkan surat permohonan agar akses tersebut dibuka oleh Kementerian terkait. Menurut dia ini penting agar masyarakat setempat dapat membuka ruang perekonomian bagi masyarakat yang tinggal di wilayah barat Purwakarta seperti Sukatani, Plered dan sekitarnya.
“Ini tinggal melengkapi action-nya saja. Kami segera melengkapi syarat-syarat yang sudah ditentukan. Kalau sudah bisa ada akses, perekonomian sekitar daerah itu pasti berkembang pesat”. Singkat Dedi saat ditemui Kamis (8/9) di Purwakarta.

Keuntungan lain yang dapat diperoleh dari pembukaan pintu tol baru ini menurut Dedi adalah pembangunan kawasan industri besar. Sehingga bukan saja ekonomi masyarakat melainkan lapangan pekerjaan dan mobilitas pun akan semakin mudah diakses oleh masyarakat sekitar. Menurut rencana, interchange ini nantinya akan tembus ke jalur arteri Purwakarta – Bandung via Padalarang tepatnya di depan kantor Polsek Sukatani
“Purwakarta memiliki beberapa akses tol yakni di Sadang dan Jatiluhur. Kalau bicara untuk wilayah barat Purwakarta, ini terlalu jauh, maka kami mengusulkan pembukaan akses baru di Sukatani”. Tambah Dedi

Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Purwakarta Budi Supriyadi pun langsung merespon pengabulan akses interchange oleh Kementerian tersebut. Dia menuturkan persyaratan berupa studi kelayakan pembangunan simpang susun dan dokumen Rencana Tata Ruang dan Wilayah akan dia serahkan kepada pihak Kementerian disertai koordinasi teknis dengan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
“Semua siap kami lengkapi. Tahun 2017 sudah bisa dimulai pembangunannya”. Kata Budi.interchange-sukatani

500 Restoran di Purwakarta Dipasang Banner ‘Silakan Makan’, Apa Artinya?

1  Purwakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta tidak melarang bagi masyarakat makan siang di bulan Ramadan. Bahkan dipersilakan. Apa maksudnya?

Banner itu merupakan kampanye Ramadhan Toleran. Maksudnya, baik orang yang berpuasa dan tidak berpuasa diharapkan saling menghormati.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menjelaskan, dalam banner yang dibagikan kepada sekira 500 rumah makan di dalam dan rest area yang masuk dalam wilayah Kabupaten Purwakarta itu berisi sembilan poin perihal siapa saja yang boleh makan saat siang atau sebelum jam buka puasa.

 

 

 

3

Sembilan poin tersebut adalah non muslim, dalam keadaan sakit, dalam keadaan hamil, sedang menyusui, sedang datang bulan, anak-anak, dalam keadaan uzur, dalam perjalanan jauh, dan terakhir dalam keadaan sakit ingatan alias gila.

“Kalau memenuhi poin-poin itu silakan makan. Khusus bagi yang poin terakhir atau hilang ingatan kita siapkan spesial ambulans Semar dan dokter. Karena mengobati orang sakit jiwa juga kewajiban pemerintah,” jelas Dedi saat sosialisasi di RM Pareang H Dadang, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Selasa (7/6/2016).

Menurut Dedi, pembuatan banner tersebut bertujuan untuk memberikan ruang bagi mereka yang tidak berpuasa karena disebabkan kesembilan poin tersebut. “Kasihan kan mereka yang sedang berpergian atau sakit kalau mau makan. Apalagi kalau dia makan karena faktor yang kesembilan, berarti dia gila dan setelah makan akan kita obati,” seloroh bapak dua anak ini.

 

2

 

Disinggung soal jam operasional rumah makan selama Ramadan, Dedi mengatakan, hal tersebut tidak ada batasan alias bebas. Namun bagi masyarakat yang akan makan di tempat tersebut tetap harus mematuhi kesembilan poin yang tertera dalam banner Ramadhan Toleran.

“Sekarang pertanyaannya begini. Mau gak tidak termasuk dalam poin-poin itu tetap makan sebelum buka. Kalau tetap makan berarti dikategorikan poin kesembilan alias orang gila dan itu akan kita obati,” pungkas Dedi.
(try/try)

Cara Bupati Purwakarta Jadikan Ramadan Bulan Romantis

aa

 

Liputan6.com, Purwakarta – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyatakan ingin mewujudkan Ramadan sebagai bulan romantis bagi warganya. Dengan program Ramadan bulan romantis itu setiap warga diharapkan bisa lebih mesra dengan keluarganya.

 

 

Untuk itu, Dedi meluncurkan sejumlah program khusus bagi pegawai dan pelajar agar mempunyai waktu lebih leluasa untuk berinteraksi.

“Dengan waktu yang longgar, anggota keluarga bisa lebih sering bersama-sama, jadinya lebih romantis di bulan ini,” kata Dedi kepada Liputan6.com via telepon, Selasa (7/6/2016).

“Ibadah puasa bagi kami di Purwakarta bukan sekedar ibadah personal. Tetapi momentum untuk mendidik seluruh anggota keluarga kami. Ada ruang waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan itu semua,” kata Dedi menambahkan.

Terkait semangat itu, Bupati meluncurkan kebijakan agar seluruh pegawai di Purwakarta masuk kerja mulai jam 06.30 WIB dan pulang kerja jam 13.30 WIB. “Jadi sore sudah bisa kumpul dengan keluarga,” kata dia.

Jam kerja PNS di Purwakarta ini berbeda dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang menetapkan jam kerja bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil, TNI dan POLRI selama bulan Ramadan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Belanja Murah Meriah di Cimol Gedebage

Kota Bandung memang surganya belanja. Mau cari apa aja dari yang harga miring sampai harga selangit tersedia di Kota Kembang ini, tak terkecuali barang branded alias memiliki merk kelas atas. Di Bandung, beberapa pusat perbelanjaan menyediakan counter yang khusus menjual barang-barang branded. Ga cuma itu, Bandung juga punya pasar yang menjual pakaian branded dengan harga yang super miring. Pasar Gedebage Cimol namanya.

Walaupun barang yang dijual di sini barang bekas, tapi kualitasnya masih terjamin loh. Asalkan kamu teliti dalam memilih sebelum membeli, dan kalo beruntung kamu juga bisa dapet pakaian branded ih. Dinamakan pasar Cimol karena pasar ini semula berada di jalan Cibadak. Nama Cimol adalah sebutannya yang diambil dari nama Cibadak Mall. Cimol sudah ada sejak beberapa dekade yang lalu.

Pasar Cimol kemudian pindah ke daerah Tegalega, ke Kebon Kelapa kemudian yang terakhir di Gedebage. Tempatnya memang tidak senyaman kalo kita belanja di Mall, tapi dijamin deh, kalau Kamu udah kesini dan memilih barang yang akan kamu beli, Kamu bakalan kalap dan mendadak boros. Hehehe.. Read More →